KTSP 2011-2012

BAB I

 PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi maka diperlukan peningkatan Sumber Daya Manusia agar apa yang di capai dapat di ikuti dan diambil manfaatnya serta diterapkan dalam kehidupan manusia.

Wilayah Kecamatan Astanajapura terdiri dari beberapa desa yang memiliki banyak potensi dan tersedianya  tenaga Sumber Daya Manusia dengan jumlah penduduknya yang sangat padat serta menghasilakan siswa siswi yang berpotensi dan memiliki kemampuan lebih.

Kemajuan Teknologi dan bertambahnya penduduk di wilayah Kecamatan Astanajapura dan di ikuti dengan tersedianya sarana Pendidikan lanjutan yang memadai. Hal ini salah satu faktor penyebab terjadinya kasadaran masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu sehingga keamanan lingkungan dan turunnya moralitas masyarakat dapat teratasi, khususnya di kalangan Generasi muda.

Yayasan Nadwatul Banin ikut partisipasi dan bekerjasama dengan masyarakat  dan Pemerintah sewilayah Kecamatan Astanajapura mendirikan lembaga Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Berbasis Pesantren bertempat di Buntet Pesantren Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon.

Kurikulum yang dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon mengacu  pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional serta kependidikan kepesantrenan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan dan Penilaian Pendidikan. Dua dari kedelapan Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama dalam mengembangkan kurikulum di SMP SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon.

Kurikulum ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya : (a) Tujuan Pendidikan Sekolah; (b) Struktur dan Muatan Kurikulum ; (c) Kalender Pendidikan ; (d) Silabus ; (e) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

  1. Landasan
    1. Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    2. Pasal 36 ayat (1) :’Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.”
    3. Pasal 36 ayat (2) :” Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi, sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
    4. Pasal 38 ayat (2) :” Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau kantor Departemen Agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar, dan provinsi untuk pendidikan menengah.
  1. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pasal 1 ayat (15) ;” Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

  1.  Pasal 6 ayat (1) :”

Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas :

(1). Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

(2). Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan akhlak mulia

(3). Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

(4). Kelompok mata pelajaran estetika

(5). Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

  1. Pasal 6 ayat (4) :” Setiap kelompok mata pelajaran (KMP) dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik.
  2. Pasal 6 ayat (5) :” Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah.
  3. Pasal 6 ayat (6) :” Kurikullum dan silabus SD/MI/SDLB/PAKET A, atau bentuk lain yang sederajat, menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung, serta kemampuan berkomunikasi.
  4. Pasal 8 ayat (1) :” Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.  SK/KD
  5. Pasal 13 dan 14 menekankan bahwa Kurikulum SMP/MTs./SMPLB/SMA/MA/SMALB :

1) dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup.

2) Dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal.

  1. Pasal 16 ayat (1) :” Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.
  2. Pasal 17 ayat (1) ;” Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
  3. Pasal 17 ayat (2) :” Sekolah dan komite Sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan dan silabusnya berdasarkan Kerangka dasar kurikulum dan Standar Kompetensi Lulusan, di bawah supervisi Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD,SMP,SMA dan SMK ; dan departemen yang menangani urusan pemerintah di bidang agama untuk MI,MTs., MA dan MAK.
  4. Peraturan Mendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
  5. Peraturan Mendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan.
  6. Peraturan Mendiknas RI Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Republik Indonesia Nomor  6 Tahun 2007 tentang perubahan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan peraturan  menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
  1. Visi

Unggul dalam prestasi keilmuan, disiplin dalam belajar, terbina dalam keteladanan dengan bernuansa iman dan taqwa, serta menguasai ilmu pengetahuan Agama dan teknologi.

  1. Misi
    1. Mewujudkan sekolah unggulan, unggul dalam prestasi akademis dan ekstrakulikuler
    2. Menciptakan budaya belajar, kerja, serta kondusif dengan bernuasa imtaq dan iptek serta kedisiplinan yang tinggi.
    3. Pembinaan hubungan yang baik antara guru, siswa, dan personil dengan semangat keteladana dan dedikasi yang tinggi.
    4. Mengintensifkan 9K (keilmuan, keteladanan, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan, kebersamaan, dan kesehatan)
  1. Tujuan
    1. Terwujudnya sekolah unggulan
    2. Terciptanya budaya belajar, kerja, serta kondusif dengan bernuansa imta dan iptek serta kedisiplinan yang tinggi.
    3. Terbinanya hubungan yang baik antara guru, siswa, dan personil dengaqn semangat keteladanan dan dedikasi yang tinggi.
    4. Terlaksananya 9K (keilmuan, keteladanan, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan, kebersamaan, dan kesehatan).

BAB II

SETRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

  1. Setruktur Kurikulum Mata Pelajaran

Muatan kurikulum SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.

Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu.

Pada bagian ini SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri, beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada peserta didik.

Untuk kurikulum SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon, terdiri dari 20 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.

Struktur kurikulum yang digunakan di SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon mengikuti ketentuan dalam Standar Isi. Adapun struktur kurikulumnya sebagai berikut.

Mata Pelajaran &  Jumlah Jam

NO

MATA PELAJARAN

JUMLAH JAM

KETERANGAN

Mata Pelajaran Yang 4 Jam

1

Matematika 4 Jam x 4 Kelas = 16 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

2

I P A 4 Jam x 4 Kelas = 16 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

3

Bahasa Inggris 4 Jam x 4 Kelas = 16 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

4

Bahasa Indonesia 4 Jam x 4 Kelas = 16 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

5

IPS – Lingkungan Hidup 4 Jam x 4 Kelas = 16 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

Mata Pelajaran Yang 2 Jam

6

Fiqih

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

7

Al-Qur’an Hadits

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

8

Bahasa Arab

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

9

P A I

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

10

Aqidah Akhlak

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

11

Seni Budaya – Keterampilan

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

12

P K N

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

13

S K I

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

14

Pendidikan Jasmani

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

15

T I K

2 Jam x 4 Kelas = 8 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

Mata Pelajaran Yang 1 Jam

16

Tahfidz Al-Qur’an

1 Jam x 4 Kelas = 4 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

17

Ke-NU-An

1 Jam x 4 Kelas = 4 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

18

Bahasa Sunda

1 Jam x 4 Kelas = 4 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

19

Bahasa Cirebon

1 Jam x 4 Kelas = 4 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

20

Kitab Kuning

1 Jam x 4 Kelas = 4 Jam

VIIa, VIIb, VIII, IX

J U M L A H

45 Jam x 4 Kelas

180 Jam

Tujuan dan Ruang Lingkup tiap mata pelajaran sebagai berikut.

a)       Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk

  1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
  2. Mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

b)       Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk

  1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

c)        Bahasa Indonesia bertujuan untuk

  1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
  2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
  3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
  4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
  5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
  6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

d)       Bahasa Inggris bertujuan untuk

  1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional
  2. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global
  3. Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.

e)       Matematika bertujuan untuk

  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah

f)         IPA bertujuan untuk

  1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya
  2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
  4. Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi
  5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
  6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
  7. Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

g)       IPS bertujuan untuk

  1. Mengenal konsep- konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya
  2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
  3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

h)       Seni Budaya bertujuan untuk

  1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya
  2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya
  3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya
  4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

i)         Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan bertujuan untuk

  1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
  5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
  6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif

j)         Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunkasi bertujuan untuk:

  1. Memahami teknologi informasi dan komunikasi
  2. Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
  3. Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
  4. Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

k)       Bahasa Arab Bertujuan untuk

  1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi bahasa Arab dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional
  2. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Arab untuk meningkatkan masyarakat Islami yang bernuansakan keimanan
  3. Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya serta Agama.

l)         Fikih bertujuan untuk :

  1. Memahami isi ajaran agama Islam yang sesuai dengan ajaran Agama Islam
  2. Menjalankan isi perintah Allah SWT serta menjunjung tinggi keteladana Rasulullah dalam beribadah.
  3. Menenghargai setiap ajaran agama Islam sesuai dengan ajaran Nabi, dan para Ulama fikih.

m)     Al-Qur’an Hadits

  1. Dapat mengerti dan memahami isi ajaran Al Qur’an.
  2. Memiliki kesaran kebeagamaan yang tinggi, guna meningkatkan kedisiplinan beribadah sesuai ajaran Al Qur’an.
  3. Dapat melaksanakan isi Ajaran Al-Qur’an

n)       Akidah Akhlak

  1. Menciptakan siswa yang berakhlak karimah
  2. Membina kesadaran keagamaan guna menciptakan kehidupan yang islami
  3. Memahami konsep Akidah serta menginterpretasikan dalam kehidupan sehari-hari
  • o)       Sejarah Kebudayaan Islam
  1. Dapat mengetahui sejarah kebesaran umat Islam pada masa Nabi dan para sohabat
  2. Dapat mengambil saritauladan dari perdaban Islam
  3. Membangun motivasi guna menciptakan peradaban Islam yang tinggi.
    1. Program Muatan Lokal

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional.

Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, kepesantrenan dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

Mengingat SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon berada di wilayah Jawa Barat Dipandang perlu untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Cirebon, Sunda dan kepesantrenan sesuai dengan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah, untuk kelestariannya diperlukan mata pelajaran muatan lokal yang meliputi :

  • Kitab Kuning
  • Takhfidz Al Qur’an
  • Bahasa Sunda
  • Bahasa Cirebon
  • Ke NU-an
  1. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

Bentuk Kegiatan Pengembangan diri di SMP Negeri 11 Kota Cirebon meliputi :

  1. Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:
  2. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:

ü  kehidupan pribadi

ü  kemampuan sosial

ü  kemampuan belajar

ü  wawasan dan perencanaan karir

  1. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:

ü  Pramuka

ü  Paskibra

ü  PMR

ü  Teather/Pementasan Seni Budaya

ü  Futsal

ü  Madding

  1. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan secara Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti :
    1. upacara bendera
    2. Kebersihan lingkungan
    3. kesegaran jasmani (senam)
  2. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang ditentukan di SMP Negeri 11 Kota Cirebon sebagai berikut :

  • Sistem Paket
  • Alokasi Waktu Belajar : 40 menit per jam
  • Beban jam belajar 36 jam per minggu
  • Tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 0% – 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan
  • Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka
  1. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren Cirebon yang berlaku saat ini.

 Tabel

Kriteria Ketuntasan Minimal Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren

Tahun Ajaran 2011/2012

NO

MATA PELAJARAN

 

KELAS

7

8

9

1

Pendidikan Agama

65

60

62

2

PKN

65

60

62

3

B. Indonesia

65

60

60

4

B. Inggris

65

60

60

5

Matematika

55

50

51

6

IPA Terpadu

60

56

56

7

IPS Terpadu

65

60

60

8

Penjaskes

65

60

62

9

Seni Budaya

65

60

60

10

T I K

65

60

60

11

Bahasa dan Sastra Sunda

65

60

60

12

Bahasa Cerbon

65

60

60

13

Aqidah Akhlak

70

70

70

14

Fiqih

70

70

70

15

Al – Qur’an Hadits

70

70

70

16

Sejarah Kebudayaan Islam

65

60

60

  1. Kenaikan Kelas
    1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir semester 2.
    2. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada semester 2.
    3. Peserta didik dinyatakan NAIK ke KELAS VIII dan atau NAIK ke KELAS IX, apabila yang bersangkutan memiliki :
  • Ø Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM), maximum  3 (tiga) mata pelajaran.
  • Ø Kehadiran minimal  90 %.
  • Ø Hasil penilaian pada masing-masing kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan minimal kategori BAIK.
  1. Kelulusan

Peserta didik dinyatakan  lulus dari SMP Plus Al Ma’arif Buntet Pesantren, apabila yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut:

  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran yang dibuktikan dengan nilai rapor kelas VII, VIII, dan IX yang memenuhi KKM per mata pelajaran
  • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir  untuk masing-masing kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan  kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
  • Mmengikuti ujian praktek dan teori
  • Memiliki nilai minimal 6,50 untuk setiap mata pelajaran Ujian Sekolah Tertulis dan Praktik
  • Dinyatakan lulus Ujian Nasional sesuai dengan kriteria nilai standar ujian nasional yang tertuang dalam Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional

1. Penjurusan

2. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan

3. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan pada semua mata pelajaran dan muatan lokal yang dilakukan dengan cara mengembangkan pembelajaran dengan memperhatikan, menyesuaikan, dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Pendidikan berbasis keunggulan lokal lebih difokuskan pada pembelajaran Bahasa Inggris, muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bahasa Jawa, serta kepesantrenan yang diwujudkan dengan takhfidz Al Quran, solat berjama’ah, pengajian kitab kuning, dll. Pengengembangan pembelajaran diarahkan untuk mendukung kehidupan yang islami serta menumbuh kembangkan kehidupan pesantren di wiayah Kab. Cirebon.

5. Pendidikan berbasis keunggulan global lebih difokuskan pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan tersedianya layanan internet dan multimedia pembelajaran yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk semua mata pelajaran.

6. Sekolah memberi keleluasaan kepada peserta didik untuk mengikuti pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dari satuan pendidikan formal yang lain dan atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

BAB II

KALENDER PENDIDIKAN

Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagai

berikut:

  1. Permulaan Tahun Pelajaran

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli, atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur.

Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan pengaturan sebagai berikut:

–  kelas VII  melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS)

–  kelas VIII / IX melaksanakan bakti sosial, LDDK, Panitia MOS dll.

  1. Waktu Belajar

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).

Hari

Waktu belajar

Senin

07.00    s/d   13.30

Selasa

07.00    s/d   13.30

Rabu

07.00    s/d   13.30

Kamis

07.00    s/d   13.30

Jum’at

07.00    s/d   11.20

Sabtu

07.00    s/d   13.00

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu  pembelajaran efektif belajar ditetapkan sebanyak 126 Hari Efektif untuk semester 1 (satu) dan 144 Hari Efektif semester 2 (dua) dengan jumlah total Hari Efektif 270 hari di tahun ajaran 2011/2012.

  1. Kegiatan Tengah Semester

Kegiatan tengah semester direncanakan selama 5 (lima) hari. Kegiatan tengah semester akan diisi oleh peserta didik untuk mengadakan Pekan Olah Raga (POR), Pentas Seni (Pensi) dan Remedial bagi yang mendapatkan nilai terkecil.

  1. Libur Sekolah

Hari libur sekolah  adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab  untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah.

Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini.:

  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan.
  • Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota  dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini.

  • Libur Awal Puasa  3 hari (awal Agustus 2011)
  • Libur Puasa 2 Minggu (setelah kegiatan pesantren ramadhan)
  • Libur Idul Fitri  10 Hari
  • Libur Semester 1  1 Minggu
  • Libur Semester 2  1 Minggu

 Hari libur yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat antara lain:

  • Tahun Baru
  • Idul Adha
  • Tahun Baru Imlek
  • Tahun Baru Hijriah
  • Hari Raya Nyepi
  • Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Wafat Isa Al masih
  • Hari Raya Waisak
  • Kenaikan Isa Al Masih
  • Hari Kemerdekaan R I
  • Isra ‘Miraj Nabi Muhammad
  • Idul Fitri dan Cuti Bersama
  • Hari Raya Natal
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s